Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bumi menutupi sinar matahari yang biasanya mencapai permukaan Bulan. Dalam kondisi ini, Bulan terletak di belakang Bumi, dan cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibiaskan ke arah Bulan.
Berikut adalah langkah-langkah terjadinya gerhana Bulan:
Fase Purnama: Pada saat purnama, Bulan berada pada posisi yang berlawanan dengan Matahari, sehingga piringan Bulan sepenuhnya terpapar oleh cahaya Matahari. Ini adalah saat ketika kita melihat Bulan penuh di langit.
Kondisi Gerhana: Ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada saat fase purnama, terjadilah gerhana Bulan. Bumi menutupi sinar matahari yang biasanya mencapai Bulan, dan memblokir cahaya Matahari sehingga cahaya tersebut tidak langsung mencapai Bulan.
Gerhana Sebagian: Pada saat gerhana Bulan sebagian, Bumi hanya menutupi sebagian piringan Bulan, sehingga kita dapat melihat sebagian Bulan tetap terang dan sebagian lainnya menjadi redup.
Gerhana Total: Pada saat gerhana Bulan total, Bumi menutupi seluruh piringan Bulan sehingga Bulan terlihat gelap dan berwarna kemerahan. Warna merah pada Bulan ini disebabkan oleh penyerakan cahaya Matahari pada atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebarkan cahaya biru dan hijau, sehingga hanya cahaya merah yang tetap sampai ke Bulan.
Gerhana Penumbra: Selain gerhana Bulan total dan sebagian, ada juga gerhana Bulan penumbra. Gerhana penumbra terjadi ketika Bulan masuk ke dalam bayangan lemah (penumbra) Bumi. Pada saat ini, terjadi peredupan ringan pada Bulan, tetapi perbedaannya tidak terlalu mencolok dan bisa sulit untuk diamati secara kasual.
Perlu dicatat bahwa gerhana Bulan hanya terjadi pada saat fase purnama, dan tidak terjadi setiap bulan karena kemiringan orbit Bulan. Gerhana Bulan juga dapat terjadi di berbagai wilayah di Bumi, tergantung pada posisi Bulan dan Bumi terhadap Matahari pada saat gerhana terjadi.

